Gerakan Mental Health Berbasis Intervensi dan Resiliensi Adaptif Pasca Bencana di Desa Kutorenon Lumajang
DOI:
https://doi.org/10.58545/djpm.v5i2.964Abstract
Bencana alam tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan mental dan kemampuan adaptasi penyintas. Program GEMBIRA (Gerakan Mental Health Berbasis Intervensi dan Resiliensi Adaptif) bertujuan mendukung pengelolaan stres dan resiliensi penyintas melalui integrasi edukasi kesehatan mental, stress management, dan art therapy berbasis aktivitas kreatif-produktif. Kegiatan dilaksanakan pada 17 Juli 2026 di Desa Kutorenon, Lumajang, dengan melibatkan 20 penyintas bencana. Metode pelaksanaan meliputi edukasi, demonstrasi, praktik langsung, diskusi, refleksi, dan pendampingan. Art therapy dilaksanakan melalui pembuatan kerajinan kawat bulu sebagai media ekspresi kreatif dan relaksasi sekaligus pengembangan keterampilan produktif. Evaluasi dilakukan melalui pengukuran pengetahuan, observasi keterampilan, dan penilaian Growth Focused Resilience. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas peserta memiliki resiliensi pada kategori tinggi, yaitu 85% pada resiliensi total, 80% pada dimensi development growth, dan 85% pada dimensi positive emotion. Tidak terdapat peserta yang termasuk dalam kategori resiliensi rendah. Peserta juga mampu mengikuti tahapan kegiatan dan menghasilkan produk kreatif dengan pendampingan. Aktivitas art therapy berpotensi mendukung resiliensi melalui ekspresi dan regulasi emosi, refleksi diri, pemaknaan pengalaman, serta penguatan emosi positif. Integrasi intervensi psikososial dengan aktivitas kreatif-produktif dalam Program GEMBIRA berpotensi menjadi pendekatan berbasis masyarakat untuk mendukung pengelolaan stres, penguatan resiliensi, keterampilan, dan kemandirian penyintas pascabencana.
Keywords:
Art Therapy, Bencana alam, Kesehatan mental, Manajemen stres, Resiliensi adaptifDownloads
References
Aksyar, M., Abdullah, S., & Anwar, S. (2023). Resiliensi Masyarakat Penyintas Bencana Alam Di Desa Tompe Kecamatan Sirenja Kabupaten Donggala. Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia, 8(5).
Baral, I. A., & Bhagawati. (2019). Post traumatic stress disorder and coping strategies among adult survivors of earthquake , Nepal. Adhikari Baral and K.C BMC Psychiatry, 19, 1–8.
Brown, N. R. (2024). Impact of Natural Disasters on Mental Health : Evidence and Implications. Health Care, 12(18).
Calhoun, C. D., Stone, K. J., Cobb, A. R., Patterson, M. W., Kmett, C., Jason, D., & Bendezú, J. (2022). The Role of Social Support in Coping with Psychological Trauma : An Integrated Biopsychosocial Model for Posttraumatic Stress Recovery. Psychiatric Quarterly, 93, 949–970. https://doi.org/10.1007/s11126-022-10003-w
Dewiyanti, Cheristina, & Anitasari, B. (2024). Trauma Healing Pascabencana Banjir Bandang di Pengungsian. Penerbit NEM.
Dillashandy, N. A., & Pandjaitan, N. K. (2018). Kapasitas Adaptasi dan Resiliensi Komunitas Menghadapi Bencana Erupsi Gunung Merapi. Jurnal Sains Komunikasi Dan Pengembangan Masyarakat, 2(5), 617–626.
Docena, P. S. (2015). Adaptive Coping , Resilience , and Absence of Anxiety Among Displaced Disaster Survivors. Philippine Journal of Psychology, 48(2), 27–49
Dutcher, J. M., Creswell, J. D., Pacilio, L. E., Harris, P. R., Klein, W. M. P., Levine, J. M., Bower, J. E., Muscatell, K. A., & Eisenberger, N. I. (2016). Self-Affirmation Activates the Ventral Striatum : A Possible Reward-Related Mechanism for Self-Affirmation. Association For Psychological Science. https://doi.org/10.1177/0956797615625989
Firenza, M. D., & Amris, F. (2024). Gangguan Neurotik dan Gangguan Stress Pasca Bencana.
Harsono, Y. T., Nurmalitasari, F., & Retnowati, S. (2021). Pengaruh Dukungan Ssosial Terhadap Pertumbuhan Pasca Traauma Paada Korban Difabel Akibat Bencana Gempa. Jurnal Psikologi Ulayat: Indonesian Journal of Indigenous Psychology, 8, 59–68. https://doi.org/10.24854/jpu195
Hastari, D. W., & Ambarini, T. K. (2025). Program Kader Kesehatan Jiwa sebagai Pelaksanaan Upaya Kesehatan Jiwa. Kreatif : Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Volume, 5(3), 180–192. https://doi.org/10.55606/kreatif.v5i3.7574
Krisnanto, P. D., Program, D., Profesi, P., Universitas, N., & Yogyakarta, R. (2019). Pemberian Art Therapy Untuk Menurunkan Wilayah Lombok Utara Applying Of Art Therapy To Reduce The Anxiety Of Earthquake Victims In Children In The Lombok. Pendekatan Multidisiplin Ilmu Dalam Manajemen Bencana, 1–4.
Latuperissa, G. R., Rumaolat, W., Susanti, I., & Soulisa, F. F. (2020). Systematic Review A Systematic Review of the Effect of Social Support on Post-Traumatic Stress Disorder in Post-Earthquake Adolescents. Journal Ners, 15(2).
Pranata, A. D., Rahmawati, I. M. H., Nurmaguphita, D., Puspitasari, R., Ovari, I., Supriyono, R., Widyaningtyas, R., Faizah, H. N., Kurniawati, Toru, V., & Others. (2025). Buku Ajar: Keperawatan Jiwa. Optimal Untuk Negeri.
Putri, D. R., Desfi, A., Fillianto, C., & Iriyanto, J. B. (n.d.). Implementasi Art Therapy Untuk Meningkatkan Coping Stress Terkait Permasalahan Perkembangan Di Usia. Jurnal Talenta Psikologi, XVI, 35–43.
Rizka, A., Sofia, R., Utariningsih, W., Sintia, A., & Enggola, R. (2023). Peningkatan Resiliensi Masyarakat Terhadap Bencana Banjir Di Desa Uteun Kot, Muara Dua, Lhokseumawe. Jurnal Hasil-Hasil Penerapan IPTEKS Dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 7(2020), 89–97.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Primasari Mahardhika Rahmawati, Suhari, Amin Aji Budiman, R. Endro Sulistyono, Dwi Ochta Pebriyanti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

