DEDIKASI SAINTEK Jurnal Pengabdian Masyarakat https://ebsina.or.id/journals/index.php/djpm <p style="text-align: justify;">DEDIKASI SAINTEK Jurnal Pengabdian Masyarakat merupakan jurnal elektronik yang mewadahi artikel hasil pelaksanaan pengabdian masyarakat dengan fokus pada area sains dan teknologi yang dikelola secara profesional dengan menggunakan <em>open journal system</em>. DEDIKASI SAINTEK diterbitkan 3 kali dalam satu tahun yaitu pada bulan April, Agustus dan Desember.</p> <p style="text-align: justify;">DEDIKASI SAINTEK Jurnal Pengabdian Masyarakat telah terakreditasi <strong><a href="https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/journals/profile/17456" target="_blank" rel="noopener">SINTA-3</a></strong> oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi sejak tahun 2023. Nomor Keputusan Direktur Jenderal Sains dan Teknologi: <a href="https://drive.google.com/file/d/1wWAODct8exALUsoDjDg7f5tGEx5GouNW/view?usp=drive_link">355/DST/D.D1/HM.01.01/2026.</a></p> Al-Hijrah Indonesia en-US DEDIKASI SAINTEK Jurnal Pengabdian Masyarakat 2964-6308 Budikdamber Sebagai Upaya Penguatan Ketahanan Pangan dan Resiliensi Masyarakat Pertanian Desa Mojoparon, Kabupaten Pasuruan https://ebsina.or.id/journals/index.php/djpm/article/view/878 <p><strong>Latar Belakang:</strong> Masyarakat pertanian menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan pemanfaatan pekarangan, ketidakpastian hasil panen, dan tekanan ekonomi yang dapat memengaruhi ketahanan pangan keluarga serta kesejahteraan psikologis. Budidaya ikan dalam ember (Budikdamber) merupakan inovasi yang berpotensi mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan resiliensi masyarakat melalui aktivitas produktif berbasis pekarangan. <strong>Tujuan:</strong> Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat mengenai Budikdamber serta mengeksplorasi kontribusinya terhadap penguatan resiliensi masyarakat pertanian. <strong>Metode: </strong>Pengabdian dilaksanakan di Dusun Badong, Desa Mojoparon, Kabupaten Pasuruan dengan melibatkan 18 peserta. Program menggunakan pendekatan pemberdayaan masyarakat melalui penyuluhan, demonstrasi, pelatihan intensif dan praktik Budikdamber secara langsung. Evaluasi dilakukan menggunakan pretest–posttest pengetahuan serta wawancara semi-terstruktur yang dianalisis secara tematik. <strong>Hasil:</strong> Proporsi peserta dengan pengetahuan baik meningkat dari 22,2% menjadi 83,3% setelah kegiatan. Hasil wawancara menunjukkan bahwa Budikdamber memberikan rasa nyaman, meningkatkan kepercayaan diri dan optimisme, memperkuat interaksi sosial, serta mendukung kemampuan peserta dalam menghadapi tekanan kehidupan sehari-hari. <strong>Kesimpulan:</strong> Program Budikdamber efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat serta berpotensi mendukung ketahanan pangan dan penguatan resiliensi masyarakat pertanian melalui aktivitas produktif berbasis lingkungan.</p> Bagus Dwi Cahyono Apriana Rahmawati Ronal Surya Aditya Nurul Huda Evy Aristawati Sukma Adinda DCA Farizza Umami Syarah Saraswatii Tio Yahya Cindy Dewi H Citra Ayu DK Nur Azizah CO Rozi Maulana S M Brilian Aprianto Qurrota A’yunina Copyright (c) 2026 Bagus Dwi Cahyono, Apriana Rahmawati, Ronal Surya Aditya, Nurul Huda, Evy Aristawati, Sukma Adinda DCA, Farizza Umami, Syarah Saraswatii, Tio Yahya, Cindy Dewi H, Citra Ayu DK, Nur Azizah CO, Rozi Maulana S, M Brilian Aprianto, Qurrota A’yunina https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-08-25 2026-08-25 5 2 81 96 10.58545/djpm.v5i2.878 Implementasi Blue Ekonomi Melalui Pendampingan Penggunaan Website Penjualan Produk Perikanan di Kelurahan Kembangarum Kota Semarang https://ebsina.or.id/journals/index.php/djpm/article/view/953 <p>Pemanfaatan pemasaran digital yang belum optimal masih menjadi permasalahan bagi pelaku usaha produk perikanan di Kelurahan Kembangarum. Sebagian mitra masih mengandalkan pemasaran konvensional dan belum mampu memanfaatkan website secara maksimal untuk menyajikan informasi produk serta menjangkau pasar yang lebih luas. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengimplementasikan konsep ekonomi biru melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam menggunakan website untuk memasarkan produk perikanan. Kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Kembangarum, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, sebagai bagian dari Program Pemberdayaan Wilayah tahun ketiga. Metode kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan, demonstrasi, praktik langsung, pendampingan, monitoring, dan evaluasi. Materi yang diberikan mencakup pemasaran digital, pengelolaan akun, pengambilan foto produk menggunakan telepon genggam, penyusunan deskripsi dan harga, pengunggahan produk, pembaruan informasi, serta pengelolaan pesanan. Kegiatan menghasilkan website UP2K PKK Kembangarum sebagai media promosi dan penjualan produk usaha mikro, kecil, dan menengah pangan, termasuk produk perikanan. Hasil evaluasi terhadap 50 peserta menunjukkan bahwa rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 6,5 pada pre-test menjadi 8,6 pada post-test, atau meningkat sebesar 2,1 poin. Mitra juga mampu mengunggah, menyajikan, dan memperbarui informasi produk secara mandiri. Pemanfaatan website mendukung implementasi ekonomi biru melalui perluasan akses pasar yang berkelanjutan, peningkatan visibilitas dan nilai tambah produk perikanan, serta penguatan keberlanjutan usaha masyarakat berbasis hasil perikanan.</p> Rizky Muliani Dwi Ujianti Noora Qotrun Nada Slamet Budirahardjo Mohamad Fajarianditya Nugroho Setyoningsih Wibowo Arina Aini Nurul Khasanah Tedy Firmansyah Muhammad Midz Anul Ulya Fatima Azzahra Copyright (c) 2026 Rizky Muliani Dwi Ujianti, Noora Qotrun Nada, Slamet Budirahardjo, Mohamad Fajarianditya Nugroho, Setyoningsih Wibowo, Arina Aini Nurul Khasanah, Tedy Firmansyah, Muhammad Midz Anul Ulya, Fatima Azzahra https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-08-25 2026-08-25 5 2 97 108 10.58545/djpm.v5i2.953 Gerakan Mental Health Berbasis Intervensi dan Resiliensi Adaptif Pasca Bencana di Desa Kutorenon Lumajang https://ebsina.or.id/journals/index.php/djpm/article/view/964 <p>Bencana alam tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan mental dan kemampuan adaptasi penyintas. Program GEMBIRA (Gerakan Mental Health Berbasis Intervensi dan Resiliensi Adaptif) bertujuan mendukung pengelolaan stres dan resiliensi penyintas melalui integrasi edukasi kesehatan mental, <em>stress management</em>, dan <em>art therapy</em> berbasis aktivitas kreatif-produktif. Kegiatan dilaksanakan pada 17 Juli 2026 di Desa Kutorenon, Lumajang, dengan melibatkan 20 penyintas bencana. Metode pelaksanaan meliputi edukasi, demonstrasi, praktik langsung, diskusi, refleksi, dan pendampingan. <em>Art therapy</em> dilaksanakan melalui pembuatan kerajinan kawat bulu sebagai media ekspresi kreatif dan relaksasi sekaligus pengembangan keterampilan produktif. Evaluasi dilakukan melalui pengukuran pengetahuan, observasi keterampilan, dan penilaian <em>Growth Focused Resilience</em>. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas peserta memiliki resiliensi pada kategori tinggi, yaitu 85% pada resiliensi total, 80% pada dimensi <em>development growth</em>, dan 85% pada dimensi <em>positive emotion</em>. Tidak terdapat peserta yang termasuk dalam kategori resiliensi rendah. Peserta juga mampu mengikuti tahapan kegiatan dan menghasilkan produk kreatif dengan pendampingan. Aktivitas <em>art therapy</em> berpotensi mendukung resiliensi melalui ekspresi dan regulasi emosi, refleksi diri, pemaknaan pengalaman, serta penguatan emosi positif. Integrasi intervensi psikososial dengan aktivitas kreatif-produktif dalam Program GEMBIRA berpotensi menjadi pendekatan berbasis masyarakat untuk mendukung pengelolaan stres, penguatan resiliensi, keterampilan, dan kemandirian penyintas pascabencana.</p> Primasari Mahardhika Rahmawati Suhari Amin Aji Budiman R. Endro Sulistyono Dwi Ochta Pebriyanti Copyright (c) 2026 Primasari Mahardhika Rahmawati, Suhari, Amin Aji Budiman, R. Endro Sulistyono, Dwi Ochta Pebriyanti https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-08-26 2026-08-26 5 2 109 117 10.58545/djpm.v5i2.964 Pemberdayaan Digital UMKM Paguyuban Warga Salam Bantul Yogyakarta: Pelatihan Fotografi dan Desain Grafis Berbasis Smartphone https://ebsina.or.id/journals/index.php/djpm/article/view/963 <p>Paguyuban Perempuan di Padukuhan Gelangan aktif menjalankan UMKM di berbagai sektor berbasis rumah tangga, namun pemasarannya masih konvensional dan belum tersentuh digitalisasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan digital peserta melalui pelatihan teori dan praktik fotografi serta desain grafis menggunakan smartphone. Program berlangsung selama 12 minggu (Agustus-Oktober 2025) dengan melibatkan 76 ibu rumah tangga dari RT 13 dan RT 14, Desa Patalan Jetis, Bantul, Yogyakarta. Metode yang digunakan adalah desain pre-experimental dengan pendekatan pre-test-post-test dan observasi melalui tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan keterampilan pada kategori baik masing-masing 7% pada sudut pengambilan gambar, 4% pada copywriting, dan 3% pada komposisi visual. Sementara, hasil evaluasi menunjukkan hanya 24% peserta yang aktif hingga akhir pelatihan. Secara keseluruhan, program ini memiliki dampak positif dalam meningkatkan literasi digital, estetika visual, dan kemampuan komunikasi dalam promosi, serta menumbuhkan kreativitas, kemandirian, dan rasa percaya diri peserta. Sebagai bentuk keberlanjutan, disarankan adanya kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan pelaku UMKM dalam mendukung digitalisasi produk lokal.</p> Fukky Winasis Ichsanudin Zulisih Maryani Copyright (c) 2026 Fukky Winasis Ichsanudin, Zulisih Maryani https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-08-26 2026-08-26 5 2 118 135 10.58545/djpm.v5i2.963 Program DESA FAST: Pemberdayaan Kader Posyandu dan PKK sebagai Edukator Kesehatan Keluarga dalam Deteksi Dini Stroke https://ebsina.or.id/journals/index.php/djpm/article/view/931 <p>Stroke masih menjadi salah satu penyebab utama kematian dan kecacatan di Indonesia. Keterlambatan mengenali tanda awal stroke menyebabkan banyak penderita tidak memperoleh penanganan pada masa emas sehingga meningkatkan risiko kecacatan maupun kematian. Keluarga merupakan pihak pertama yang menyaksikan munculnya gejala stroke, namun pengetahuan yang masih terbatas sering kali menyebabkan keterlambatan dalam mencari pertolongan medis. Kader Posyandu dan anggota PKK memiliki posisi strategis sebagai penggerak kesehatan masyarakat karena berinteraksi langsung dengan keluarga. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas kader Posyandu dan PKK sebagai health educator keluarga melalui Program DESA FAST. Kegiatan dilaksanakan di Desa Mojoparon dengan melibatkan 50 peserta yang terdiri atas kader Posyandu dan anggota PKK. Metode kegiatan meliputi identifikasi kebutuhan, pretest, penyuluhan interaktif, demonstrasi, simulasi metode FAST (Face drooping, Arm weakness, Speech difficulty, Time to call emergency services), pendampingan praktik edukasi keluarga, serta evaluasi melalui posttest. Peserta juga dilatih menggunakan media edukasi sebagai sarana untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mengenali gejala stroke, memberikan respons awal yang tepat, serta menyampaikan edukasi kepada keluarga dengan lebih percaya diri. Skor pengetahuan peserta meningkat dari 63,20 menjadi 89,40, atau meningkat sebesar 41,46%, dan hasil uji Wilcoxon Signed-Rank Test menunjukkan perbedaan yang signifikan (p=0,001). Program DESA FAST menjadi salah satu strategi pemberdayaan masyarakat dalam memperkuat deteksi dini stroke melalui peningkatan kapasitas kader kesehatan sehingga diharapkan mampu mempercepat pengambilan keputusan keluarga untuk segera membawa pasien ke fasilitas pelayanan kesehatan.</p> Ida Zuhroidah Mokh Sujarwadi Mukhammad Toha Nadia Rohmatul Laili Dimas Hadi Prayoga Fatimah Zahra Nurfika Asmaningrum Copyright (c) 2026 Ida Zuhroidah, Mokh Sujarwadi, Mukhammad Toha, Nadia Rohmatul Laili, Dimas Hadi Prayoga, Fatimah Zahra, Nurfika Asmaningrum https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-08-26 2026-08-26 5 2 136 151 10.58545/djpm.v5i2.931 Pemberdayaan Melalui Pelatihan dan Penerapan Sistem Informasi Keuangan Digital untuk Penguatan Branding UMKM Pandawa Bunulrejo, Kota Malang https://ebsina.or.id/journals/index.php/djpm/article/view/936 <p>Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Pandawa Food &amp; Cookies di Kelurahan Bunulrejo menghadapi dua permasalahan utama, yaitu pencatatan keuangan yang masih dilakukan secara manual dan tersebar di beberapa buku tanpa format baku, serta kemasan produk yang belum memiliki identitas branding yang kuat sehingga kurang kompetitif di pasar meskipun kualitas produk sudah baik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melatih dan mendampingi pemilik serta pengelola UMKM dalam menerapkan sistem informasi keuangan digital dan memperkuat branding usaha. Metode pelaksanaan meliputi observasi dan identifikasi kebutuhan, pelatihan pengelolaan keuangan digital, pendampingan implementasi sistem informasi keuangan, serta perancangan ulang logo dan kemasan produk menggunakan pendekatan design thinking. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui penyebaran angket sebelum dan sesudah kegiatan serta observasi partisipatif selama proses pendampingan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa sistem informasi keuangan digital yang diterapkan memperoleh skor System Usability Scale (SUS) rata-rata 79,5 dari 100 yang termasuk dalam kategori acceptable. Selain itu, tersedia kemasan produk baru yang mencerminkan identitas merek secara konsisten dan diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk di pasar.</p> Meyti Eka Apriyani Elok Nur Hamdana M. Unggul Pamenang Agung Nugroho Pramudhita Deddy Kusbianto Purwoko Aji Dimas Wahyu Wibowo Copyright (c) 2026 Meyti Eka Apriyani, Elok Nur Hamdana, M. Unggul Pamenang, Agung Nugroho Pramudhita, Deddy Kusbianto Purwoko Aji, Dimas Wahyu Wibowo https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-08-27 2026-08-27 5 2 152 166 10.58545/djpm.v5i2.936 Pemberdayaan Lansia Melalui Tari Toron Ka Sabeh untuk Mendukung Kekuatan Otot, Keseimbangan, dan Mobilitas di UPT PSTW Jember https://ebsina.or.id/journals/index.php/djpm/article/view/972 <p>Penurunan kekuatan otot, gangguan keseimbangan, dan berkurangnya mobilitas fungsional meningkatkan kerentanan lansia terhadap jatuh dan hilangnya kemandirian. Program pengabdian ini mengembangkan Tari Toron Ka Sabeh sebagai aktivitas fisik adaptif berbasis budaya lokal bagi lansia di UPT PSTW Jember. Kegiatan bertujuan mendukung kekuatan otot, keseimbangan, dan mobilitas fungsional sekaligus memperkenalkan aktivitas yang menyenangkan dan berpotensi diintegrasikan ke kegiatan rutin institusi. Program dilaksanakan dalam enam sesi yang terdiri atas satu pre-test, empat sesi tari, dan satu post-test. Setiap sesi intervensi menggunakan penjelasan interaktif, demonstrasi dan re-demonstrasi, praktik gerak terbimbing, refleksi, serta pemantauan fisik. Evaluasi berpasangan dilakukan pada 18 lansia dengan data pre-test dan post-test lengkap untuk skor komposit <em>Manual Muscle Testing</em> (MMT) 12 komponen, <em>Berg Balance Test</em> (BBT) 14 item, dan <em>Timed Up and Go</em> (TUG). Rata-rata MMT meningkat dari 53,44 menjadi 55,67 dan median dari 54,00 menjadi 57,50; 10 peserta meningkat, lima tetap, dan tiga menurun. Rata-rata TUG membaik dari 15,11 menjadi 14,33 detik dan median dari 14,50 menjadi 13,00 detik, walaupun respons individual heterogen. Pada BBT, rata-rata menurun dari 49,94 menjadi 47,44, sedangkan median meningkat dari 51,50 menjadi 53,00. Uji Wilcoxon eksploratif tidak menunjukkan perubahan berpasangan yang signifikan secara statistik (seluruh p &gt; 0,05). Temuan ini lebih tepat dipahami sebagai bukti kelayakan penerapan dan sinyal awal perubahan fungsi, bukan bukti efektivitas kausal. Program perlu dilanjutkan dengan durasi lebih panjang, progresi gerak individual, pemantauan berulang, dan pengukuran proses yang lebih lengkap.</p> Ummi Malikal Balqis Agnestria Winarto Rizkiyani Istifada Lailiyatul Munawaroh Latifa Aini Susumaningrum Rewanda Azizah Tri Indriyani Akhvi Eka Julia Copyright (c) 2026 Ummi Malikal Balqis, Agnestria Winarto, Rizkiyani Istifada, Lailiyatul Munawaroh, Latifa Aini Susumaningrum, Rewanda Azizah Tri Indriyani, Akhvi Eka Julia https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-08-28 2026-08-28 5 2 167 185 10.58545/djpm.v5i2.972 Pemberdayaan Masyarakat Melalui Produksi Virgin Coconut Oil dan Diversifikasi Produk Berbasis Virgin Coconut Oil dalam Mendukung SDGs di Kalurahan Depok, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta https://ebsina.or.id/journals/index.php/djpm/article/view/985 <p>Kalurahan Depok, Kapanewon Panjatan, Kabupaten Kulon Progo Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki potensi kelapa yang cukup besar, tetapi pemanfaatannya masih didominasi oleh penjualan kelapa dalam bentuk bahan mentah sehingga nilai tambah belum optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengolah kelapa menjadi Virgin Coconut Oil (VCO), memanfaatkan hasil samping berupa blondo menjadi minyak klentik, serta mengembangkan produk turunan berbasis VCO. Kegiatan dilaksanakan melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) sejak 2 Juni 2026 dan masih berlangsung hingga saat ini, dengan melibatkan 30 peserta dari Dukuh 4 dan Dukuh 11.. Pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui tujuh tahapan, yaitu identifikasi kondisi peserta, pembentukan kelompok usaha bersama, sosialisasi dan pelatihan, praktik produksi VCO, pemanfaatan hasil samping dan diversifikasi produk, penguatan pengelolaan usaha, serta evaluasi dan tindak lanjut. Data dikumpulkan melalui observasi, percakapan informal, catatan lapangan, daftar hadir, dan dokumentasi serta dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 28 peserta (93,3%) mampu menyelesaikan proses produksi VCO dengan pendampingan minimal, sedangkan 27 peserta (90%) mampu mengikuti pemanfaatan blondo menjadi minyak klentik. Dari 40 butir kelapa diperoleh sekitar 1,83 L VCO dan 0,49 L minyak klentik. Diversifikasi menghasilkan masing-masing 50 unit sabun, balsem, dan lip balm berbasis VCO dengan tingkat penguasaan peserta berturut-turut 90%, 86,7%, dan 83,3%. Pada aspek pengelolaan usaha, 23 peserta (76,7%) mampu menghitung HPP dan 18 peserta (60%) mampu mengisi pembukuan sederhana. Kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kapasitas dan peluang pengembangan nilai tambah kelapa melalui diversifikasi produk, tetapi keberlanjutan produksi, konsistensi kualitas, pengelolaan usaha, dan pemasaran masih memerlukan pendampingan lanjutan.</p> Adriana Iyas Hafidz Ramadhan Fajri Zenobius Meo Pasu Muhamad Prilleo Adeline Jocelyn Chandra Maria Cristin Nahak Arista Diah Puspitasari Erika Upik Wangge Copyright (c) 2026 Adriana Iyas, Hafidz Ramadhan Fajri, Zenobius Meo Pasu, Muhamad Prilleo, Adeline Jocelyn Chandra, Maria Cristin Nahak, Arista Diah Puspitasari, Erika Upik Wangge https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-08-28 2026-08-28 5 2 186 207 10.58545/djpm.v5i2.985